Gue : “ Gue kalau suka gak pernah ngode.”
Adi : “Dan pikiran itu udah pernah gue alamin, tapi sekarang
ya gue belajar buat seenggaknya usahakan ‘Gerak’, gak cuman suka dan dipendem
terus berlalu.”
Yap,
jadi kemarin gue lagi ada sesi curhat gitu sama temen gue, Adi. Dan itu
mengingatkan gue tentang postingan gue
yang ini nih “cinta terpendam, disampaikan atau tetap dipendam?”. Terus gue
mikir, ‘oh iya, kemarin kemarin gue nyuruh orang buat menyatakan perasaannya,
terus sekarang kenapa gua cuman bisa diam saja dan gak usaha apa apa buat
ngasih tau orang yang gua suka tentang perasaan gua?’.
Terus
mikir, kenapa gue gak nyataain aja ya ke dia? Terus gua mikir lagi, kalau gua
nyataain, apa ya respon dia? Mikir lagi, habis semua pernyataan itu, apa ya
yang bakal terjadi sama gue dan dia? Apa dia bakal ngerespon positif? Atau dia malah ngejauhin gue? Atau dia pura pura nggak pernah terjadi apa apa antara gue dan dia setelah itu? Apa dia akan pergi dari gua setelah pernyataan itu?
Gue takut, bukan takut tentang menyatakan perasaan, tapi takut akan apa yang terjadi setelahnya. Terlebih lagi gua perempuan. Bukankah perempuan tidak boleh mendahului laki laki dalam melakukan first step? Bukankah laki laki tidak menyukai perempuan yang memulai duluan? Bukankah perempuan yang memulai duluan akan dicap 'yang enggak enggak'? Lalu apa yang harus para perempuan lakukan? Menunggu, memendam, dan berharap harap setiap harinya?
Gue takut, bukan takut tentang menyatakan perasaan, tapi takut akan apa yang terjadi setelahnya. Terlebih lagi gua perempuan. Bukankah perempuan tidak boleh mendahului laki laki dalam melakukan first step? Bukankah laki laki tidak menyukai perempuan yang memulai duluan? Bukankah perempuan yang memulai duluan akan dicap 'yang enggak enggak'? Lalu apa yang harus para perempuan lakukan? Menunggu, memendam, dan berharap harap setiap harinya?
Dan akhirnyapun gue menyimpulkan.
Kita semua ini bukan takut untuk menyatakan perasaan kita kepada orang yang
kita sayang, tapi kita semua takut akan respon dia, akan hal yang terjadi setelah
semua pernyataan itu keluar dari mulut kita. Kita semua takut suatu hal yang
tidak diharapkan terjadi. Kita takut dia gak bias menerima pernyataan kita dan
perlahan menjauh dari kita. Kita takut kehilangan dia, makanya kita hanya bisa
menjadi penggemar rahasia yang selalu menyembunyikan rasa, yang selalu berharap
dia akan menyatakan perasaanya duluan kepada kita.
0 komentar:
Posting Komentar